Breaking News :

logo

Home » » Kumpulan Puisi Cinta Fudzah

Kumpulan Puisi Cinta Fudzah

Minggu, 18 Mei 2014 | 2komentar


BEGINIKAH CINTA ?
Senyum mu mencuri sekeping hati ku yang tak pernah tersentuh oleh siapapun.
Hingga tak sadar begitu bodohnya aku yang membiarkan kau membawanya pergi.
Berlalau layaknya angin, begitulah kau acuhkan aku tanpa peduli lagi.
Benci rindu cemburu bercampur jadi satu, saat ku lihat kau berjalan dengan kekasih baru.
Berpaling dari mu, hanya itu yang bisa ku lakukan tuk menghibur sedih ku.
Dalam pertengahan jalan, datang sosok baru mengobati luka ku.
Semuanya benar-benar indah, dan ku tak peduli lagi dengan diri mu.
Tapi apa yang terjadi, kau datang kembali dengan beribu alasan tanpa ku pahami.
Dengan rasa yang kau tinggalkan, rasa itu ingin kembali dalam pelukan mu.
Terdengar bisik dari relung hati, kau memang tak pantas untuk ku.


BAYANG SEMU

Indah malam penuh bintang, perlahan mata tertutup berteman bayang mu.
Hangat mentari datang menyapa, bayang mu kembali menyadarkan ku.
Semua tentang bayang mu, malam ku, siang ku, diam ku, bahkan senyum ku.
Bagi ku bayang mu segalanya, bayang yang tak bisa menjelaskan siapa diri mu.
Segalanya bercerita akan bayang mu, dan ku tak mempunyai alasan untuk semua itu.
Bertemu bayang mu, membuat jiwa ku tunduk ingin selalu tinggal disisi mu.
Kebersamaan yang tak bisa ku hindari dan tak bisa ku pinta saat rindu pada bayang mu.
Tak ada pilihan tuk menjauh dari bayang mu, dan tak ada celah tuk tinggal bersama bayang mu.
Tak pernah terduga tak pernah diharapkan, bertemu dan berjalan dengan bayang mu.
Ingin ku harap ku selalu dekat bersama indah bayang mu tuk menepis dahaga ku.
Bayang mu jiwa ku hanya bisa saling merindu, dan selamanya tak akan pernah bisa bersatu.

Kasih ...
Ku bukanlah orang yang pandai berkata-kata
Tapi, ku mencoba menumpahkan rasa yang ada dalam sebuah kata
Untaian demi untaian kujalin , megiringi geritik hati
Rangkaian keindahan kujadikan penyembuhnya



Kasih ...
Meski sekarang kita jauh
Kenangan kita tetap abadi dibenakku
Meski sekarang senda gurau tidak pernah lagi kurasakan
Suaramu tetap bergema ditelingaku
Meski begitu, kuharap namaku selalu ada dihatimu

Kasih ...
Akankah kau lihat langit malam ini
Ku ukir rindu diantara bintang-bintang
Ku lukis wajahmu diantara awan-awan
Ku kirim angin dengan belai ketulusan hatimu
Akankah kau merasakan kehadirannya

Kasih ...
Pernahkah kau berpikir untuk mendekapku kembali
Pernahkah kau menanti untuk bersamaku lagi
Tidakkah kau takut ku tidak kembali
Tidakkah kau mengejar ketika ku berlari

Kasih ...
Jauh sebelum kau pergi
Kubuat harap untuk selalu bersamamu
Kujadikan mimpi menjadi impian
Kubuat impian menjadi kenyataan

Kasih ...
Mungkin ku hanya bintang kecil
Tenggelam diantara cahaya-cahaya
Tidakkah kau berpaling menengok keindahannya
Ketika cahaya menutup matanya
Sang bintang kembali dengan pijarnya

Senin, 22 Oktober 2012




KELABU BERSELIMUT

Kala sang surya keluar dari persembunyiannya
Hawa dingin lenyap bersama pancaran kehangatannya
Kini pelangi terlihat pada sepasang bola mata
Kedipannya membuat warna-warna menghias paginya

Tidakkah kau kira
Kala pelangi telah ia miliki
Kelabu telah menyelimuti hatinya
Kini beku merajai asanya

Perjalanan waktu terus melangkah
Penafsiran makna membuat pertikaian
Hati yang tertutupi oleh keeogisan
Telah memagari kehangatan

Kebersamaan tanpa ada arti
Kepusangan berterbangan memenuhi
Kesibukan membuat mata terhalangi
Keresahan terus menghantui

Sang ahli datang mengingatkan
Kala yang satu menyembunyikan
Yang satu menutupi dengan keindahan
Mata berbinar penuh keharuan

Hingga keduanya saling mengerti
Kenangan baru mereka buat sebagai penghibur hati
Kebersamaan kini semakin berarti
Kepekaan kembali menggerogoti

Rabu, 21 Nopember 2012


Dari sekian kalinya
Kerinduan mengalir membasahi pipiku
Sakit bersengatan dalam setiap darah yang mengalir diseluruh tubuhku
Perih terus menusuk pada tiap kali detak jantungku

Keyakinan akan kesetiaanmu
Membuatku ingin tinggal dalam perangkap ini
Meski kulihat bayang wajahnya mengajakku untuk beranjak
Hatiku tetapdiam menanti dalam penderitaan

Lembaran baru kini di depanku
Sa’at mulutku diam meratap
Hatiku tidak bisa membohongi
Ia berteriak penuh histeris

Hatimu telah mendengarnya
Tapi kau bagi rasa itu untuknya
Kuhanya tersenyum dalam kepahitan yang ada
Dan sebisaku bertahan dengan ketulusanku

Meski begitu
Kau tidak pernah mau untuk mengerti
Malah kau terus tambah luka dihatiku
Ku juga tidak mengerti ia terus memaafkanmu

Senin, 26 Nopember 2012


Tiba malam menghampiri
Sejenak mereka melupakan pagi
Tapi bagiku tidak semudah itu
Ku bagai bayang bagi diriku

Dimana kau berada
Kemana kau pergi
Kau terus ada disisiku
Dibelakang, disamping, bahkan didepanku

Setiap kali kucoba melupakanmu
Saat itu sebuah kenangan kembali mengingatkanku
Setiap kali kucoba tidak melihatmu
Saat itu kau malah berlalu dihadapanku

Haruskah ku benar-benar melenyapkanmu
Agar kubisa menghapus semua tentangmu
Harusnya ku tidak mengenal dirimu
Apalagi kini, ia sudah menggerumuniku

Selasa, 27 Nopember 2012


Sadarku, ku duduk sendiri
Kurasakan kau masih ada bersamaku
Kumasih tidak percaya dengan kesendirianku

Hari ini ...
Dimana saat pertama kau menghampiriku
Ku juga tidak percaya dengan keberadaanmu

Tanpa pernah kau sadari
Banyak kenangan kita lukiskan
Meski begitu singkat, tapi itu sangat melekat

Hari ini ...
Kurasakan kau hadir kembali
Saat mataku belum bisa melihatmu
Jiwaku suda merasakan keberadaanmu

Kini kau benar-benar ada didekatku
Ku merasa bermimpi dalam sadarku
Hari-hari terasa kembali lagi
Ketika kau dan aku merangkainya

Apa aku yang merupakannya
Kalau kau ada karenaku ada
Apa aku tidak menyadarinya
Keberadaanku membuatmu ada

Saat usiaku dimakan waktu
Kala aku melupakan hari-hari ibu
Akankah kubisa melawitnya bersamamu lagi
Apa kau juga merindukan waktu itu kembali

Kini kau menemukan jalanmu
Kau tidak perlu takut menghadipnya
Karenaku selalu bersama disetiap langkahmu
Saat kau tidak bisa memelukku lagi, keabadian telah kita miliki

Jum’at, 23 Nopember 2012


Dingin malam menusuk qalbu
Amarah cinta tidak bisa menghangatkanku
Kerinduan bercampur kebencian
Meronta hingga jiwaku tidak berdaya

Ketulusan hatiku padamu
Tidak pernah kau dengar
Ketakutanku akan kehilanganmu
Tidak pernah kau hiraukan

Ku tersenyum
Saat air mata tidak tertahan lagi
Ku tidak ingin mengingatnya
Tapi ku takut ia lenyap

Keberadaanmu di depanku
Membuat ragaku diam membisu
Tidak sepatah kata dapat ku lukiskan
Tidak seindah warna bisa menggambarkan

Saat kau raib dari hadapanku
Jiwaku terus mengiringi langkahmu
Kutertunduk melihat jejakmu
Meski jiwamu tetap berdiri memandangku

Sabtu, 24 Nopember 2012

GERIMIS

Diatas selembar kertas
Kutunangkan kata sebagai ungkapan hati
Dalam keheningan sore ini
Kudengar detak jantung mengiringi

Diatas selembar kertas
Kulukiskan awan hitam menghampiri
Dalam kelam ia menjatuhi
Kurasa gerimis membelai diri

Diatas selembar kertas
Kugambarkan rasa sepiku
Dalam kesendirianku
Gerimis telah menemaniku

Diatas selembar kertas
Gerimis berbisik ditelingaku
 Dengan sentuhan lembutnya
Gerimis membuat sejuk hatiku

Diatas selembar kertas
Kulihat titah hitam menari
Dalam setiap tariannya
Kutersenyum dibuatnya

Minggu, 23 Nopember 2012

PENCARIAN

Birunya langit
Tingginya gunung
Luasnya samudera
Membuat hati bergeritik penuh tanya

Begitu indah
Begitu menyejukkan
Begitu mengagumkan
Semuanya saling menyempurnakan

Hitam-putih perjalanan kulewati
Kumengerti pada langkahku ada engkau
Kulewati setiap detik waktu pada takdirku
Menyadarkanku akan kembali pada pangkuanmu

Dalam setiap sujudku
Kumohon ampun atas semua dosaku
Kuberharap kau memberikan jalan padaku
Untuk bisa kembali dalam pangkuanmu

Kucari engkau disetiap hembus nafasku
Ku benar-benar rindu untuk bersamamu
Berikanlah petunjuk pada setiap jalan yang kulewati
Hingga ku benar-benar berada pada jalanmu
Senin, 26 Nopember 2012
MALAM TERUS BERLALU

Pagi kini kembali
Malam masih terlihat olehku
Saatku berbaring menatap bintang
Bintang itu beradu menampakkan gemerlapnya

Malam itu ...
Mengingatkanku pada dirimu
Kau persis seperti bintang itu

Saat ia menemani malamku
Keindahan benda-benda kurasa
Keindahannya telah mengikatku

Mataku terus terjaga
Malam semakin larut
Keindahan jelas kurasa

Perlahan kau menghilang
Kumasih mau bersamamu
Kau tetap berpaling meninggalkan

Kau tau kesedihan yang kini ada
Terpancar penyesalan dari matamu
Ku kecewa dengan pancaran itu
Senin, 19 Nopember 2012
GELOMBANG ASMARA

Disaat janji membuat luka
Sakit dan perih yang kurasa
Perjalanan yang kita lewati bersama
Tidak pernah surut dalam ingatan kita

Kerinduan telah membuat pergi jiwaku
Kebersamaan berbuah penyesalan yang mendalam
Jeritan hati penuh penderitaan lara
Serpihan-serpihan luka penuh kebencian

Kasih sayang yang lama terpendam
Membuat ragaku terkubur karenanya
Akankah aku atau rasaku yang salah
Ataukah keadaan yang salah

Kadang hatiku bertanya pada pikirku
Inikah yang namanya kasih sayang
Inikah namanya kekasih hati
Inikah yang namanya cinta sejati

Semuanya hanyalah keindaha semu
Ku terperangkap pada sebuah bayang nyata
Berlari tanpa henti namun tiada arti
Mungkinkah ini hakikat yang sebenarnya

Rabu, 21 Nopember 2012


 GELOMBANG ASMARA

Disaat janji membuat luka...
Sakit dan perih yang terasa...
Perjalanan yang kita lewati bersama...
Tidak pernah surut dalam ingatan kita...

Kerinduan telah membawa pergi jiwa ku...
Kebersamaan berbuah penyesalan yang mendalam...
Jeritan hati penuh penderitaan lara...
Serpihan-serpihan luka penuh kebencian...

Kasih sayang yang lama terpendam...
Membuat raga ku terkubur karenanya...
Akankah aku atau rasa ku yang salah...
Ataukah keadaan yang salah...

Kadang hati ku bertanya pada pikir ku...
Inikah yang namanya kasih sayang...
Inikah yang namanya kekasih hati...
Inikah yang namanya cinta sejati...

Semuanya hanyalah keindahan semu...
Ku terperangkap dalam sebuah bayang nyata...
Berlari tanpa henti namun tiada arti...
Mungkinkah ini hakikat yang sebenarnya...

Banjarmasin, 2013

JADIKAN AKU MERPATIMU

Baru ku sadari
Cinta tumbuh dengan bunga yang merekah bersama indahmu
Ku nikmati semerbakmu
Di setiap nafasku
Ku biarkan indahmu
Berdetak membelai jantungku

Terbang entah ke mana?
Mencari warna menepis sepi,
Kembali ku  dapati kau
Menghiasi bibir ini,
Ku pandangi dengan harap kau beri cahaya hati.

Lihatlah dalam mata ini !
Kekuatan cinta yang kini menepi
Mengharuskan semuanya berkesudahan

Banjarmasin 2013

Share this article :

2 komentar:


  1. Mau menang banyak dengan modal sedikit..
    Ayo gabung di AGEN DOMINO 99
    Bonus Refferal 20%
    Bonus Turn Over 0,5%
    Situs yang bisa memberikan kemenangan
    raih kemenangan anda segera...
    PIN BB : 2AE76E22
    #AGENDOMINO99 #AGENBANDARQ #BANDARQONLINE #JAGUARQQ #AGENTERPERCAYA

    BalasHapus
  2. Mau menang banyak dengan modal sedikit..
    Ayo gabung di AGEN DOMINO 99
    Bonus Refferal 20%
    Bonus Turn Over 0,5%
    Situs yang bisa memberikan kemenangan
    raih kemenangan anda segera...
    PIN BB : 2AE76E22
    #AGENDOMINO99 #AGENBANDARQ #BANDARQONLINE #JAGUARQQ #AGENTERPERCAYA

    BalasHapus

Jangan Lupa Tinggalkan Pesan Ya

 
Support : Creating Website | Johny Template | Pondok Huruf Sastra
Copyright © 2013. Pondok Huruf Sastra - All Rights Reserved
Template Modify by Ahmad Riduan
Proudly powered by Blogger